Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Senin, 26 Juli 2021

JADWAL BELAJAR DARI RUMAH KELAS X

JADWAL BELAJAR DARI RUMAH KELAS X


Jumat, 16 Juli 2021

Materi 7 MPLS

Daftar Hadir : KLIK DISINI

 Silahkan klik materi dibawah ini 

MATERI




Kamis, 15 Juli 2021

SOAL TES AKADEMIK PENJURUSAN KELAS X

Selamat pagi adik-adik peserta Kegiatan MPLS SMAS Katolik Warta Bakti Kefamenanu Tahun Pelajaran 2021/2022, pada kegiatan kita kali ini adik-adik akan mengikuti Tes Akademik untuk penentuan Jurusan (MIPA, IPS dan Bahasa). 

Daftar Hadir: KLIK DISINI

KLIK Gambar dibawah ini untuk mulai Tes Akademik:



Rabu, 14 Juli 2021

MATERI 6 MPLS: KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

 


KESEHATAN REPRODUSI REMAJA (KRR)

SMA Swasta Katolik Warta Bakti Kefamenanu

Kamis, 15 Juli 2021

Oleh: Yulius M. L. Am’isa, S.Ag

Daftar Hadir: KLIK DISINI

 

Pengantar:

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kalian semua. Hari ini kita akan mendalami beberapa pokok yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni pubertas, mimpi basah, menstruasi, obrolan seputar organ reproduksi, kehamilan, dan konsekuensi hubungan seks pranikah.

Awalilah kegiatan belajar ini dengan berdoa secara pribadi.

Selamat belajar.

 

A.      Pubertas

 

1.       Pengertian

·         Masa puber adalah masa dimana seseorang mengalami perubahan struktur tubuh: dari anakanak menjadi dewasa.

·         Masa pubertas ditandai dengan kematangan organ-organ reproduksi, baik organ reproduksi primer (produksi sperma, sel telur) maupun sekunder (kumis, rambut kemaluan, payudara, dll). Lihat perubahan fisik pada perempuan, perubahan fisik pada laki-laki.

 

2.       Kapan Awal Masa Pubertas

·         Awal masa puber berkisar antara 13-14 tahun pada laki-laki, dan 11-12 tahun pada perempuan (lebih cepat daripada laki-laki). Pubertas berakhir sekitar umur 17 - 18 tahun.

·         Batasan umur ini tidak mutlak karena kondisi tubuh masing-masing orang berbeda-beda. Ada laki-laki atau perempuan yang mengalami masa puber lebih cepat, ada yang terlambat.

·         Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain adalah gizi, lingkungan keluarga, dll. Karena perubahan yang terjadi banyak dan cepat, perasaan dan emosi remaja akan terpengaruh (lihat perubahan psikologis).

 

3.       Apa Yang Terjadi Pada Masa Pubertas

·         Tubuh mengalami perubahan kerja hormon.

·         Perubahan terjadi karena hypothalamus (pusat pengendali utama otak) bekerja sama dengan kelenjar bawah otak mengeluarkan hormonhormon tertentu, antara lain hormon estrogen dan testosteron.

·         Pada perempuan, yang dominan adalah hormon estrogen dominan. Pada laki-laki yang dominan adalah testosteron.

a.      Pada Perempuan

·         Hormon estrogen. Hormon estrogen membuat seorang anak perempuan memiliki sifat kewanitaan setelah remaja. Perubahan yang disebabkan estrogen adalah sebagai berikut:

o   merangsang pertumbuhan saluran susu di payudara sehingga payudara membesar

o   merangsang pertumbuhan saluran telur, rongga rahim dan vagina sehingga membesar

o   membuat dinding vagina makin tebal dan cairan vagina bertambah banyak.

o   mengakibatkan tertimbunnya lemak di daerah panggul wanita

o   memperlambat pertumbuhan tubuh yang semula sudah dirangsang oleh kelenjar bawah otak (Itulah sebabnya mengapa perempuan dewasa tidak setinggi anak lakilaki sebayanya).

·         Hormon progesteron. Efeknya yang utama progesteron adalah:

o   melemaskan otot-otot halus

o   meningkatkan produksi zat lemak di kulit

o   meningkatkan suhu badan.

o   Efek terpenting: pada rahim, progesteron mempertebal dinding di dalam rahim dan merangsang kelenjar kelenjar agar mengeluarkan cairan pemupuk bagi sel telur yang dibuahi (Dengan demikian sel telur yang sudah dibuahi akan terpelihara selama mencoba memperkuat kedudukannya di dinding rahim).

b.      Pada Laki-Laki

·         Hormon testosteron.

o   Hormon testosteron dihasilkan oleh prostat.

o   Ada di dalam darah dan mempengaruhi alatalat dalam tubuh serta menyebabkan terjadinya beberapa pertumbuhan seks primer.

o   Hormon testosteron bersama anak ginjal (androgen) menimbulkan ciri-ciri pertumbuhan seks sekunder.

·         Karena di masa puber hormon-hormon seksual berkembang dengan pesat, remaja sangat mudah terangsang secara seksual. Pada lakilaki, reaksi dorongan seks adalah mengerasnya penis (ereksi).

·         Karena belum stabilnya hormon di dalam tubuh, ereksi bisa muncul tanpa adanya rangsangan seksual. Kondisi yang sering kali muncul secara tak terduga ini bisa membuat remaja laki-laki salah tingkah (kebingungan menyembunyikan tonjolan di celana gara-gara ereksi).

 

4.       Perubahan Fisik Pada Perempuan

·         Hormon estrogen dan progesteron mulai berperan aktif akan menimbulkan perubahan fisik, seperti tumbuh payudara, panggul mulai melebar dan membesar dan akan mengalami menstruasi atau haid. Di samping itu akan mulai tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan vagina.

·         Tambahan:

Perubahan fisik lainnya adalah:

·         Kulit dan rambut mulai berminyak (wajah menjadi berjerawat)

·         Keringat bertambah banyak

·         Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang

·         Tangan dan kaki bertambah besar

·         Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar (sehingga tidak terlihat seperit anak kecil lagi)

·         Pantat berkembang lebih besar

·         Indung telur mulai membesar

·         Vagina mulai mengeluarkan cairan

 

5.       Perubahan Fisik Pada Laki-Laki

·         Hormon testosteron akan membantu tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kemaluan, wajah (janggut dan kumis), terjadi perubahan suara pada remaja laki-laki, tumbuhnya jerawat dan mulai diproduksinya sperma yang pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah.

·         Tambahan:

Perubahan fisik lainnya adalah:

·         Tubuh bertambah berat dan tinggi

·         Keringat bertambah banyak

·         Kulit dan rambut mulai berminyak

·         Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang

·         Tangan dan kaki bertambah besar

·         Tulang wajah mulai memanjang dan membesar (sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi)

·         Pundak dan dada bertambah besar dan bidang

·         Tumbuh jakun

·         Suara berubah menjadi berat

·         Penis dan buah zakar membesar

 

6.       Perubahan Psikologis

·         Perubahan-perubahan kebutuhan, konflik nilai antara keluarga-dunia luar dan perubahan fisik menyebabkan remaja sangat sensitif.

·         Remaja jadi sering bersikap irasional, mudah tersinggung, bahkan stres.

·         Ciri-ciri tingkah laku remaja yang sedang puber:

·         Mulai meninggalkan ketergantungan kepada keluarga dan ketenangan masa kecil.

·         Butuh diterima oleh kelompoknya.

·         Mulai banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman sebaya.

·         Mulai mempelajari sikap serta pandangan yang berbeda antara keluarganya dengan dunia luar (tentang moral, seksualitas, dll).

·         Mulai menghadapi konflik dan harus memutuskan apa saja norma yang harus diambil dari luar, serta berapa banyak ajaran orang tuanya yang harus dia tolak.

·         Mulai muncul kebutuhan akan privasi

·         Mulai muncul kebutuhan keintiman dan ekspresi erotik

·         Mulai memperhatikan penampilan

·         Tertarik pada lawan jenis

·         Ingin menjalin hubungan yang lebih dekat pada lawan jenisnya

 

B.      Mimpi Basah

 

1.       Pengertian Mimpi Basah

·         Secara alamiah sperma akan keluar saat tidur, sering pada saat mimpi tentang seks, disebut ’mimpi basah’.

·         Mimpi basah sebetulnya merupakan salah satu cara tubuh laki-laki ejakulasi. Ejakulasi terjadi karena sperma, yang terus-menerus diproduksi, perlu dikeluarkan.

·         Ini adalah pengalaman yang normal bagi semua remaja laki-laki.

 

2.       Proses Mimpi Basah

·         Sperma yang telah diproduksi akan dikeluarkan dari testis melalui saluran/vas deferens kemudian berada dalam cairan mani yang ada di vesicula seminalis .

·         Sperma disimpan dalam kantung mani, jika penuh akan secara otomatis keluar, dan jika tidak terjadi pengeluaran sperma ini akan diserap kembali oleh tubuh.

·         Mimpi basah umumnya terjadi secara periodik, berkisar setiap 2 – 3 minggu.

·         Mereka yang sudah dewasa/menikah jarang mengalami mimpi basah karena mereka teratur mengeluarkannya melalui hubungan seksual dengan pasangan/istri.

Pernyataan-Pernyataan Seputar Mimpi Basah

·         Benar :

Semua anak laki-laki akan mengalami mimpi basah pada masa pubertas.

·         Benar :

Bila ereksi atau penis tegang tidak selalu berarti harus ejakulasi

·         Salah :

Bila tidak mimpi basah maka ia tidak normal.

·         Salah :

Bila tidak mimpi basah, maka penisnya akan penuh dan pecah.

·         Salah :

Penis akan menjadi lebih besar bila sering ditarik-tarik.

·         Salah :

Mimpi basah hanya terjadi pada laki-laki yang nakal.

 

C.      Menstruasi

 

1.       Pengertian

·         Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan dalam/endotrium yang banyak mengandung pembuluh darah dari uterus melalui vagina.

·         Menstruasi dimulai saat pubertas, berhenti sesaat waktu hamil atau menyusui, dan berakhir saat menopause, ketika seorang perempuan berumur sekitar 40 sampai 50an. Di Indonesia, menopause terjadi rata-rata di atas 50 tahun.

 

2.       Proses Menstruasi

·         Ovarium bayi perempuan yang baru lahir mengandung ratusan ribu sel telur, tetapi belum berfungsi. Ketika pubertas, ovariumnya mulai berfungsi dan terjadi proses yang disebut siklus menstruasi (jarak antara hari pertama menstruasi bulan ini dengan hari pertama menstruasi bulan berikutnya).

·         Dalam satu siklus dinding rahim menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan (akibat produksi hormon-hormon oleh ovarium). Sel telur yang matang akan berpotensi untuk dibuahi oleh sperma hanya dalam 24 jam. Bila ternyata tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan mati dan terjadilah perubahan pada komposisi kadar hormon yang akhirnya membuat dinding rahim tadi akan luruh disertai perdarahan, inilah yang disebut menstruasi.

·         Menstruasi yang pertama disebut menarche. Kapan menstruasi terjadi?

·         Kira-kira umur 9 tahun (paling lambat kira-kira 16 tahun). Variasi Ini terjadi karena proses pertumbuhan setiap orang berbeda-beda.

·         Menstruasi biasanya terjadi setelah buah dada mulai membesar, rambut tumbuh di seputar alat vital dan di ketiak, dan vagina mengeluarkan cairan keputih-putihan.

Berapa lama masa menstruasi berlangsung?

·         Rata-rata masa menstruasi berlangsung empat sampai lima hari. Namun ada juga yang mengalami haid hanya tiga hari, ada juga yang sampai satu minggu.

Apakah akan terjadi berulang-ulang?

·         Ya. Menstruasi akan terus selama sel telur yang matang tidak dibuahi sperma

Bagaimana menghitung siklus menstruasi?

·         Pada kebanyakan perempuan, siklus haid berkisar antara 28 sampai 29 hari. Namun demikian, siklus yang berlangsung dari 20 sampai 35 hari masih dianggap normal. Siklus menjadi teratur setelah tahun pertama dan seterusnya.

·         Siklus men struasi pada setiap orang tidak sama. Siklus menstruasi yang normal sekitar 24–31 hari tetapi ada juga yang kurang atau lebih dari siklus menstruasi yang normal. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya. Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stres dan usia. Pada masa remaja biasanya memang mempunyai siklus yang belum teratur, bisa maju atau mundur beberapa hari. Pada masa remaja, hormon-hormon seksualnya belum stabil. 􀂃 Semakin dewasa biasanya siklus menstruasi menjadi lebih teratur, walaupun tetap saja bisa maju atau mundur karena faktor stres atau kelelahan.

·         Biasanya paling lambat setelah satu tahun sejak menstruasi pertama, siklus menstruasi sudah mulai teratur. Namun bisa juga tidak, karena dipengaruhi oleh kondisi emosional atau oleh perubahan kebiasaan.

·         Bila masa haid tetap tidak teratur sampai dua tahun sejak mulai pertama haid, maka harus segera menghubungi dokter.

 

3.       Pernyataan-Pernyataan Seputar Menstruasi

·         Salah:

Darah yang keluar dari remaja perempuan waktu haid menunjukkan bahwa ia sakit.

·         Salah:

Remaja Perempuan yang sedang Haid adalah perempuan yang kotor.

·         Salah:

Selama haid perempuan tidak boleh mencuci rambutnya.

·         Salah:

Perempuan haid sebaiknya tidak melakukan kegiatan seperti olahraga

·         Salah:

Selama masa menstruasi dilarang makan makanan yang asam (misal: nanas)

 

D.      Obrolan Seputar Organ Reproduksi

 

1.       Onani (Masturbasi)

·         Onani adalah aktifitas merangsang dengan menyentuh/meraba organ seks sendiri. Aktifitas ini dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

Tambahan:

Apakah onani mempengaruhi kesehatan?

·         Dari sisi medis onani tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan sepanjang dilakukan dengan tidak merusak bagian tubuh misalnya dengan menggunakan alat atau kebersihan yang tidak terjaga sehingga menimbulkan infeksi.

·         Pendapat bahwa onani dapat menyebabkan kebutaan, dengkul kopong, kerusakan syaraf atau kemandulan adalah tidak benar.

Apa dampak onani secara psikologis?

·         Dari sisi psikologis onani justru banyak menimbulkan masalah, antara lain ketagihan sehingga aktifitas ini menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan, lalu dapat timbul rasa bersalah, rasa tertekan karena melakukan aktifitas seksual padahal belum menikah.

·         Dampak lainnya yaitu menurunnya konsentrasi (terokupasi pikiran dan perasaan bersalah terhadap keinginan memuaskan diri sendiri). Ini dapat menyebabkan produktifitas seseorang menurun (kerja / belajar terganggu).

·         Dampak onani dapat sampai pada apa yang disebut dengan ‘obsesif kompulsif’, yaitu merasa belum nyaman kalau belum melakukan onani. Apa dampak onani secara fisik?

·         Onani menghabiskan energi yang cukup banyak sehingga biasanya orang mudah merasa lelah dan menurun produktivitasnya.

Apakah onani diperlukan untuk mengeluarkan sperma?

·         Onani dapat dipakai sebagai suatu cara untuk mengeluarkan sperma. Sudah ada mekanisme khusus tubuh bila sperma sudah menumpuk tapi belum mimpi basah.

 

2.       Sunat (Sirkumsisi)

·         Sunat pada laki-laki berbeda dengan perempuan

·         Pada laki-laki sunat dilakukan dengan cara membuang kulit/preputium. Dalam beberapa suku bangsa hal ini merupakan bagian dari budaya. Dan menurut ajaran agama Islam, sirkumsisi bahkan sangat dianjurkan atas alasan kebersihan.

·         Secara medis sunat pada laki-laki sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan penis karena preputium dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa-sisa air seni dan kotoran lain. Akibatnya, terbentuk zat berwarna putih disebut smegma. Ini sangat potensial sebagai sumber infeksi. Dengan membuang kulit/preputium maka risiko terkena infeksi dan penyakit lain menjadi lebih kecil. Walaupun tetap kebersihan penis harus dijaga.

Tambahan:

Bagaimana dengan sunat perempuan?

·         Pada perempuan sunat dilakukan dengan cara sedikit melukai klitoris atau dipotong habis seperti pada beberapa suku bangsa di Afrika.

·         Latar belakang dilakukan sunat perempuan adalah kultural.

·         Dalam agama Islam sunat anak perempuan tidak diwajibkan.

·         Dari sisi medis sunat perempuan tidak mempunyai manfaat karena klitoris tidak memiliki fungsi dalam proses reproduksi perempuan.

·         Klitoris merupakan organ yang kaya syaraf sehingga sangat sensitif dan sumber orgasmus sehingga memotong habis klitoris dianggap oleh beberapa kalangan sebagai pelanggaran hak reproduksi perempuan.

 

3.       Keperawanan

·         Di mulut vagina terdapat selaput dara (hymen). Suatu saat selaput ini akan robek. Selama selaput dara belum robek, seorang perempuan disebut perawan.

·         Robeknya selaput biasanya terjadi karena hubungan seks (masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam vagina).

·         Selaput dara dapat juga robek karena kecelakaan atau kegiatan olah raga yang berat (berkuda atau jatuh dari sepeda), tetapi hal ini jarang terjadi. Kegiatan olah raga berat tersebut dapat menyebabkan robeknya selaput dara karena adanya luka penetrasi pada mulut vagina.

·         Pada saat hubungan seks yang pertama dapat disertai sedikit pendarahan tetapi bisa juga tidak, hal ini tergantung pada kekenyalan selaput dara. Pendarahan terjadi karena ada luka pada pembuluh darah yang ada di sekitar dinding vagina, bukan berasal dari selaput dara. Selaput dara memiliki lubang atau pori-pori, karena melalui lubang atau pori-pori tersebut keluar darah sewaktu kita menstruasi. Kalau tidak ada lubangnya justru akan menimbulkan penyakit, karena darah menstruasi menumpuk tidak bisa keluar yang akhirnya bisa membahayakan organ reproduksi perempuan.

·         Bila hal ini terjadi, dianjurkan agar remaja perempuan tersebut memeriksakan diri ke dokter atau bidan untuk dicari penyebabnya. Selaput dara mempunyai elastisitas yang berbeda-beda, ada yang kaku dan ada yang kenyal. Elastisitasnya inilah yang antara lain mempengaruhi pendarahan pada hubungan seksual pertama terjadi atau tidak.

 

E.      Kehamilan

1.      Pengertian

·         Kehamilan merupakan suatu bentuk alamiah reproduksi manusia, yaitu proses regenerasi yang diawali dengan pertemuan sel telur perempuan dengan sel sperma laki-laki yang membentuk suatu sel (embrio) dimana merupakan cikal bakal janin, dan berkembang di dalam rahim sampai akhirnya dilahirkan sebagai bayi.

 

2.      Kondisi Yang Menyebabkan Kehamilan

1)      Usia Subur

·         Yaitu usia dimana seorang individu secara seksual sudah matang, pada umur yang bervariatif untuk pria dan wanita. Untuk pria dimulai sejak diproduksinya sperma, biasanya ditandai dengan mimpi basah. Untuk perempuan dimulai sejak diproduksinya sel telur, ditandai dengan terjadinya menstruasi.

·         Menopause (berakhirnya usia subur) adalah saat tidak diproduksinya lagi sperma pada pria, atau sel telur pada perempuan. Menopause pada perempuan terjadi pada usia 40-50an.

·         Pada laki-laki dikenal dengan nama andropause. Pada andropause produksi testosteron menurun, bukan berhenti. Usia terjadinya andropause lebih variatif (bisa di atas 60 bahkan 70an). Variasi usia menopause dan andropause disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya faktor genetis maupun gizi.

2)      Melakukan Hubungan Seksual

3)      Masa Subur Perempuan Dan Ejakulasi Laki- Laki

·         Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma.

·         Pada seorang perempuan usia subur, setiap bulannya secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih sel telur. Cara menghitung masa subur misalnya seseorang dengan siklus normal yaitu 28 hari maka ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi dicatat selama 6 bulan berturut-turut.

·         Bila siklus menstruasinya tidak teratur 28 hari maka perlu ada penghitungan khusus.

4)      Pertemuan Sperma Dan Ovum

·         Kehamilan diawali dengan keluarnya sel telur yang telah matang dari indung telur. Sel telur yang matang (yang berada di saluran telur) yang bertemu sperma (yang masuk) akan menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh (zygote).

·         Baik sel telur maupun sel sperma harus berada dalam kondisi sehat.

·         Zygote akan membelah dari satu sel menjadi dua sel lalu membelah menjadi 4 sel dan seterusnya berkembang sambil bergerak menuju rahim. Sesampainya di rahim hasil konsepsi tersebut akan menanamkan diri pada dinding rahim(uterus), sel yang tertanam tersebut disebut embrio.

·         Jika embrio tersebut bertahan hingga dua bulan untuk selanjutnya dia akan disebut janin (fetus) sampai pada saat bayi dilahirkan.

 

3.      Tanda-Tanda Kehamilan

·         Tanda-tanda pasti

o   Terdengar detak jantung janin

o   Ibu merasakan gerakan bayi

o   Teraba bagian bayi

o   Pemeriksaan medis melalui USG

o   Perut membesar

·         Tanda-tanda dugaan (tidak pasti)

o   Tidak datang haid

o   Pusing dan muntah pada pagi hari

o   Buah dada membesar

o   Daerah sekitar puting susu menjadi agak gelap

 

4.      Keadaan Ideal Untuk Hamil

Kesiapan seorang perempuan untuk hamil atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/emosi/psikologis dan kesiapan sosialekonomi.

a.      Kesiapan fisik

·         Bila ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya, yaitu sekitar usia 20 tahun

b.      Kesiapan mental / emosional / psikologis

·         Bila seorang perempuan dan pasangannya merasa telah ingin mempunyai anak dan merasa telah siap menjadi orang tua termasuk mengasuh dan mendidik anaknya.

c.       Kesiapan sosial-ekonomi

·         Bila orangtua sudah siap memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti: makanminum, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan pendidikan bagi anaknya.

·         Meskipun seorang remaja perempuan telah melampaui usia 20 tahun tetapi ia dan pasangannya belum mampu memenuhi kebutuhan sandang pangan dan tempat tinggal bagi keluarganya maka ia belum dapat dikatakan siap untuk hamil dan melahirkan.

Tambahan:

Apa yang terjadi jika kamu menikah/hamil pada usia sangat muda (di bawah 20 tahun)?

·         Perempuan yang belum mencapai usia 20 tahun sedang berada di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Karena tubuhnya belum berkembang secara maksimal, maka perlu dipertimbangkan hambatan/kerugian antara lain:

o   Ibu muda pada waktu hamil kurang memperhatikan kehamilannya termasuk kontrol kehamilan. Ini berdampak pada meningkatnya berbagai resiko kehamilan

o   Ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidakteraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta kejang yang berakibat pada kematian

o   Penelitian juga memperlihatkan bahwa kehamilan usia muda (di bawah 20 tahun) sering kali berkaitan dengan munculnya kanker rahim. Ini erat kaitannya dengan belum sempurnanya perkembangan dinding rahim.

 

F.       Konsekuensi Hubungan Seks Pranikah

 

1.      KTD (Kehamilan Tak Diinginkan)

a.      Pengertian KTD

Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah kehamilan yang tidak diinginkan atau tidak diharapkan oleh salah satu atau kedua-duanya calon orang tua bayi tersebut.

b.      Sebab KTD

·         Ketidaktahuan atau rendahnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan.

·         Akibat pemerkosaan, diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape).

·         Tidak menggunakan alat kontrasepsi.

·         Kegagalan alat kontrasepsi akibat mereka menggunakan alat kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode kontrasepsi yang benar atau kegagalan alokonnya sendiri (efektivitas / efikasi)

c.       Dampak KTD

·         Dampak fisik: pendarahan, komplikasi, kehamilan bermasalah, dll.

·         Dampak psikologis: tidak percaya diri, malu, stres.

·         Dampak sosial: drop-out sekolah, dikucilkan masyarakat, dll.

 

2.      Aborsi

a.      Pengertian aborsi

·         Aborsi spontan (abortus spontane) adalah keguguran yang terjadi secara alamiah atau tidak sengaja.

·         Aborsi buatan (abortus provokatus) adalah usaha penguguran yang disengaja. Ada dua cara melakukan aborsi buatan, yaitu cara yang aman secara medis dan cara yang tidak aman secara medis (self treatment).

b.      Alasan remaja memilih aborsi

·         Ingin terus melanjutkan sekolah atau kuliah.

·         Takut pada kemarahan orangtua.

·         Belum siap secara mental dan ekonomi untuk menikah dan mempunyai anak.

·         Malu pada lingkungan sosial bila ketahuan hamil sebelum nikah.

·         Tidak mencintai pacar yang menghamili.

·         Tidak tahu status anak nantinya karena kehamilan terjadi akibat perkosaan, terlebih bila pemerkosa tidak dikenal oleh si remaja putri.

Tambahan:

Mengapa aborsi cenderung dilakukan dengan usaha ‘Self treatment’?

·         Aborsi di Indonesia illegal, sehingga remaja yang mengalami KTD tidak dapat mengakses pelayanan aborsi.

·         Tenaga medis tidak mau mengambil risiko melakukan aborsi kecuali atas indikasi medis.

·         Tidak semua remaja mencoba pergi ke dukun karena takut konsekuensi negatif dari layanan yang tidak higienis dan tidak profesional.

·         Mereka mencoba usaha-usaha self-treatment karena percaya pada cerita atau pengalaman orang lain (biasanya teman/sahabat mereka) dan mempercayai bahwa usaha-usaha itu akan berhasil menggugurkan kandungan mereka.

·         Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi, bahkan menyebabkan kematian, apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis, misalnya dengan cara

o   Penggunaan ramuan yang membuat panas rahim seperti nanas muda yang dicampur dengan merica atau obat obatan yang keras lainnya.

o   Manipulasi fisik, seperti melakukan pijatan pada rahim agar janin terlepas dari rahim.

o   Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril (misalnya ujung bambu yang diruncingkan, daun alang alang) yang dapat mengakibatkan infeksi pada rahim.

c.       Dampak aborsi

·         Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan.

·         Dampak fisik: Aborsi yang dilakukan secara sembarangan (oleh mereka yang tidak terlatih) dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Perdarahan yang terus menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian wanita yang melakukan aborsi.

·         Dampak psikologis: Perasaan bersalah seringkali menghantui pasangan khususnya perempuan setelah mereka melakukan tindakan aborsi.

·         Konseling mutlak diperlukan kepada pasangan sebelum mereka memutuskan aborsi. Tindakan aborsi harus diyakini sebagai tindakan terakhir jika alternatif lain sudah tidak dapat diambil.

Tambahan:

Apa akibat yang timbul bila aborsi dilakukan secara tidak aman?

·         Pendarahan sampai menimbulkan shock dan gangguan neurologis/syaraf di kemudian hari. Pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian.

·         Infeksi alat reproduksi karena kuretasi yang dilakukan secara tidak steril. Hal tersebut dapat membuat perempuan mengalami kemandulan.

·         Risiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretasi. Hal tersebut dapat menyebabkan kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya.

·         Terjadinya fistula genital traumatis. Fistula genital adalah timbulnya suatu saluran/hubungan yang secara normal tidak ada antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan.

 

3.      Infeksi Menular Seksual (IMS)

a.      Informasi umum tentang IMS

·         Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.

b.      Contoh IMS

1.      Gonore/GO (Kencing nanah)

2.      Sifilis (Raja Singa)

3.      Herpes Genitalis

4.      Trikomonas Vaginalis

5.      Chancroid

6.      Klamidia

7.      Condiloma Akuminata (Jengger Ayam)

8.      Candidiasis (Jamur)

9.      Kutu Pubis

10.  Hepatitis B

11.  HIV/AIDS

c.       Pencegahan

·         Tidak melakukan hubungan seksual sama sekali

·         Menjalankan perilaku seksual yang sehat

·         Menghindari berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan

·         Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual berisiko tinggi

·         Memeriksakan segera bila ada gejala-gejala IMS yang dicurigai

Yang terbaik bagi remaja agar tidak terkena IMS adalah :

·         Menghindari melakukan hubungan seksual sebelum menikah

·         Melakukan kegiatan-kegiatan positif (menghilangkan keinginan melakukan hubungan seksual)

·         Mencari informasi yang benar sebanyak mungkin tentang risiko tertular IMS

·         Meningkatkan ketahanan moral melalui pendidikan agama

·         Mendiskusikan dengan orang tua, guru atau teman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perilaku seksual, jangan malu untuk bertanya

·         Menolak ajakan pasangan yang meminta untuk melakukan hubungan seksual

·         Mengendalikan diri saat bermesraan

·         Bersikap waspada jika diajak ke suatu tempat yang sepi dan berbahaya

d.      Pengobatan

·         IMS yang disebabkan oleh bakteri dapat disembuhkan, sedangkan IMS yang disebabkan oleh virus tidak.

·         Satu-satunya cara adalah berobat ke dokter atau tenaga kesehatan. Jika kita terkena IMS, pasangan kita juga harus diperiksa dan diobati, serta jangan mengobati diri sendiri.

·         Patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Hindari hubungan seksual selama masih ada keluhan/gejala. Bila hamil, beritahukan dokter atau tenaga kesehatan.

Tambahan:

Bagaimana cara pengobatan IMS yang benar?

·         Sebelum pengobatan dilakukan, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa tubuh sudah dijangkiti IMS. Periksa ke dokter atau laboratorium.

Untuk mengobati IMS, perlu diperhatikan :

·         Jangan sekali-kali minum obat tanpa konsultasi dokter

·         Beri tahu bila ada riwayat alergi

·         Sedapat mungkin pasangan seksual diajak serta untuk berobat untuk menghindari penularan berulang

·         Hindari hubungan seksual selama masih ada gejala IMS.

e.       Pernyataan-pernyataan seputar IMS

·         Salah: Suntikan antibiotik secara rutin dapat mencegah IMS

 Suntikan antibiotik tidak dapat mencegah IMS, tapi hanya mematikan kuman yang tertular setelah melakukan hubungan seksual. Dosisnyapun hanya untuk menyembuhkan satu jenis IMS dan penggunaannya pun ada aturan-aturannya.

·         Salah: IMS dapat diobati dengan minum ciproxin, supertetra dan antibiotik lainnya

Untuk pengobatan setiap jenis IMS membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda, sehingga tidak dapat disembuhkan hanya dengan menggunakan satu jenis antibiotik saja untuk segala jenis IMS. Resiko konsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter adalah Risiko Resistensi, yaitu menjadi kebalnya tubuh terhadap infeksi menular seksual akibat ketidakbenaran konsumsi antibiotik.

·         Salah: Gejala IMS dapat terlihat secara kasat mata

Gejala IMS dapat tidak terlihat oleh mata terutama jika dialami oleh perempuan.

·         Salah: IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin

Tidak ada sabun atau disinfektan apapun yang dapat mencegah IMS, bahkan penggunaan sabun pada vagina akan mempertinggi risiko terkena keputihan akibat dari berkurangnya kadar keasaman dari permukaan vagina yang berfungsi untuk membunuh kuman-kuman yang ada.

·         Salah: Minum antibiotik sebelum hubungan seksual akan mencegah penularan IMS

Minum antibiotik sebelum hubungan seksual tidak dapat mencegah IMS, karena masingmasing penyakit menggunakan jenis antibiotik yang berbeda, dan antibiotik yang dimakan bukan sebagai pencegah IMS.

·         Salah: Apakah IMS dapat ditularkan melalui kamar mandi / WC

Kuman IMS tidak dapat bertahan cukup lama di luar tubuh, sehingga tidak akan menulari orang lain selain melalui cairan sperma, vagina dan darah, atau adanya perlukaan.

·         Salah: Melakukan hubungan seksual pada pagi hari akan mempunyai risiko lebih tinggi

Selama kedua pihak tidak ada yang terkena IMS maka, kapan saja melakukan hubungan seksual tidak akan berisiko pada penularan IMS.

·         Salah: Seseorang dapat mengobati IMS jika berhubungan seksual dengan perawan

Justru sang perawannya yang akan tertular, sedangkan laki-lakinya tetap mengidap IMS.

******

 

TUGAS:

 

1.       Apa yang Anda lakukan ketika mengalami MIMPI BASAH? (dijawab oleh remaja laki-laki)

2.       Apa yang Anda lakukan ketika mengalami MENSTRUASI? (dijawab oleh remaja perempuan)

3.       Apakah remaja boleh berpacaran? Jelaskan pendapat Anda! (dijawab oleh remaja perempuan dan laki-laki)

4.       Apakah remaja boleh melakukan hubungan seks sebelum menikah? Jelaskan pendapat Anda! (dijawab oleh remaja perempuan dan laki-laki)